Kamis, 19 Juni 2025

Alamat rudal dan alamat BANSOS.



Teknologi hari ini bisa mengirim rudal dari seberang benua, menembus awan, membelah langit, dan jatuh dengan presisi yang menakutkan. Ia tahu koordinat yang pasti. Rumah siapa, jendela mana, bahkan kamar tidur siapa. Tidak meleset.


Sementara di tempat lain, sebuah negara—katanya sedang menuju "emas"—masih gagap mengirim bantuan sosial. Jaraknya tak sejauh Moskow ke Gaza. Tapi entah mengapa, bansos selalu “tidak tepat sasaran”. Seolah orang miskin terlalu rumit untuk dikenali, atau terlalu tak penting untuk dipetakan.


Rudal mengenal musuhnya. Tapi negara kadang tidak mengenal rakyatnya.


Ada ironi yang tidak lucu di sana. Ketika kematian bisa dikirim dengan efisiensi tinggi, tapi kehidupan masih tertunda karena tabel yang salah, data yang tak valid, atau mungkin—karena niat yang tak jujur.


Maka jangan heran jika rakyat lebih percaya Google Maps ketimbang program bantuan. Yang satu bisa menuntun ke rumah nenek di kampung, yang lain masih bingung membedakan warga miskin dan pejabat yang sedang menyamar.


Teknologi bukan soal alat. Ia soal kemauan. Rudal tahu ke mana harus menghancurkan. Tapi bansos, sering lupa ke mana harus menyelamatkan.

Oleh dwy sadoellah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALUMNI PONDOK PESANTREN

Ada orang mondok bertahun-tahun tapi setelah boyong hilang seperti sandal sebelah. Tidak pernah kelihatan lagi di pesantren. Undangan alumni...