Jabatan itu bukan lemari pajangan. Ia bukan sekadar untuk dipamerkan dalam bingkai foto, ditempel di dinding, lalu diharap mendatangkan hormat. Ia butuh isi — bukan hanya gelar, tapi nalar.
Sayangnya, tak sedikit yang mengira jabatan itu cukup hadir. Duduk di kursi lalu semua akan berjalan. Padahal kursi itu dingin bila tak diberi hangat oleh kerja. Jabatan tanpa ilmu, hanya mengandalkan simbol, tak lebih dari keranda kosong yang dipikul oleh birokrasi.
Ilmu bukan untuk disimpan. Bukan untuk dibungkus dalam seminar, lalu dipamerkan seperti undangan pesta. Ia harus hidup. Harus mengalir. Harus menggerakkan. Jabatan itu butuh isi, dan isi itu bukan gengsi.
Karena itu, ketika seseorang sudah duduk, jangan cuma sibuk menata gayanya atau jasnya. Tapi mulailah menata cara berpikirnya. Sebab yang kita butuhkan bukan orang yang sekadar menjabat, tapi yang menghidupkan jabatan.
(copas dwy sadoelah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar