Berusaha bukan berarti memaksa takdir. Seperti seorang nelayan yang menebar jala, ia tidak bisa memastikan ikan akan masuk. Tapi ia tetap menebar, sebab itu tugasnya. Sedang laut, arus, dan ikan—semuanya bukan urusannya.
Upaya keras adalah tanda bahwa kita masih berharap. Bahwa kita belum menyerah. Tapi berharap bukan berarti menggenggam hasil. Karena hasil, kata orang bijak, kadang datang tanpa permisi, kadang juga pergi tanpa pamit.
Maka tidak perlu terlalu sedih jika gagal, atau terlalu bangga jika berhasil. Karena keduanya bukan sepenuhnya milik kita. Yang kita punya hanyalah ikhtiar. Selebihnya, hak prerogatif Tuhan.
Allāh ﷻ menilai jalan, bukan sampai atau tidaknya. Maka, berusahalah dengan sungguh, tapi jangan memaksa hasil. Sebab kadang yang tidak berhasil justru menyelamatkan. Dan yang berhasil, malah menyesatkan.
Sebagaimana doa yang tak terkabul bukan berarti tak dikabulkan—mungkin hanya dijawab dengan cara yang lebih baik.
Oleh:Dwy sadoellah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar