Jumat, 09 Mei 2025

IBADAH YANG TERTUNDA



Gus Baha’ pernah berkata: “Paksalah saat masa mudamu untuk beribadah, walaupun berat dan banyak godaan, karena jika sudah tua, mungkin engkau punya semangat, namun tidak lagi mampu.”

Kita sering menunda, menunggu datangnya waktu yang lebih lapang, hati yang lebih tenang, atau umur yang lebih matang. Kita menabung niat, seolah hidup ini pasti panjang. Padahal, seperti kata Gus Baha’, semangat itu bisa datang terlambat. Dan tubuh sudah tidak ikut.

Ada ironi yang halus: saat muda, kita punya tenaga tapi terlalu sibuk untuk Tuhan. Saat tua, kita punya kesadaran tapi kehilangan kekuatan. Maka hidup ini seperti sungai yang mengalir deras: siapa yang ingin berenang harus melompat sekarang, bukan menunggu nanti. Karena nanti, arus bisa lebih deras, atau justru tubuh sudah tak lagi mampu menahan dingin airnya.

Ibadah itu bukan soal waktu luang. Ia soal paksaan terhadap diri sendiri. Dalam dunia yang membentangkan semua kesenangan, beribadah bukan hal yang otomatis terjadi. Ia harus diperjuangkan, dengan gigi yang digertakkan, dengan godaan yang diabaikan.

Dan mungkin itulah kunci: jangan tunggu ikhlas, jangan tunggu ringan, jangan tunggu tua. Karena iman bukan tentang menunggu waktu yang cocok, tapi menciptakan waktu di tengah ketidakcocokan.

Bukankah Rasulullah  ﷺ mengingatkan, bahwa dua hal sering dilalaikan manusia: kesehatan dan waktu luang? Dan keduanya hanya benar-benar terasa… setelah tiada.

Oleh : dwy sadollah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALUMNI PONDOK PESANTREN

Ada orang mondok bertahun-tahun tapi setelah boyong hilang seperti sandal sebelah. Tidak pernah kelihatan lagi di pesantren. Undangan alumni...